Banyak yang bilang mahasiswa Psikologi nantinya akan menjadi
paranormal, karena mereka bisa menerawang sifat dan kepribadian
seseorang. Atau mahasiwa Psikologi nantinya akan bekerja di rumah sakit
jiwa saja. Ada juga yang takut karena psikolog dianggap selalu
berhubungan dengan orang-orang yang memiliki penyakit gangguan jiwa,
seperti skizofrenia.
Kebanyakan stereotip-stereotip yang beredar
tentang anak Psikologi itu salah kaprah. Dibilang tukang ramal,
temenannya sama orang gila… padahal ya nggak gitu juga. Karena itu, di
artikel ini kitaakan menelaah sisi lain yang tak banyak orang tahu dari
mahasiswa Psikologi. Ini mungkin akan mengubah mindset kamu tentang anak jurusan ini. Atau bisa juga, kamu malah akan kepincut dengan anak Psikologi.
Mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta patut dilirik karena banyak banget mahasiswa kita yang udah kece badai juga banyak prestasi kayak mas Aldhy Hafidz mahasiswa satu ini merupakan mahasiswa psikologi angkatan 2011. percaya atau enggak mas Aldhy ini pemilik dari Oesman's Babershop yang saya baca dari terasolo kalau mas aldhy ini bisa didatangi sekitar 80 pengunjung perharinya. wow sekali ya temen temen. yuk kita lihat wawancara dibawah ini.
Aldhy Cahyadi Hafidz Usman (21), pemilik
Oesman barbershop mengaku gemar berbisnis sejak di bangku kelas 2 SMA.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta jurusan psikologi ini
awalnya memiliki bisnis di dunia fashion, namun karena dirasa stagnan,
dia beralih ke bisnis potong rambut.
“Bisnis Oesman barbershop ini saya buat
berdasarkan kesukaan saya, karena hobi saya potong rambut, dan saya
sendiri juga bisa memotong rambut, maka tahun 2012 saya putuskan beralih
ke bisnis barbershop,” ujar Aldhy saat ditemui tim Terasolo, Kamis
(19/3) di Outletnya yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin No. 3B Solo,
Penumping, Laweyan, Solo.
Selalu Update
Untuk mempelajari berbagai model potong
rambut dan mendapatkan update terbaru, Aldhy mengambil kursus memotong
di Salon Rudy Hadisuwarno. Setelah mendapatkan kursus, anak pertama dari
5 bersaudara ini biasanya menularkan ilmunya kepada manajer di Usman
Barbershop dan kepada para karyawannya.
Oesman Barbershop hadir untuk menjawab kebutuhan model potong rambut terkini bagi anak muda.
Terletak di Jl. Dr. Wahidin No. 3B Solo, Penumping, Laweyan, Solo, Oesman barbershop buka
dari jam 10.00 – 22.00 WIB
Terletak di Jl. Dr. Wahidin No. 3B Solo, Penumping, Laweyan, Solo, Oesman barbershop buka
dari jam 10.00 – 22.00 WIB
Untuk harga potong rambut, Oesman Barbershop membagi menjadi 2 paket, yakni paket premium seharga Rp 25 ribu, dan paket reguler seharga Rp 15 ribu. Yang membedakan kedua paket tersebut adalah layanan fasilitasnya, untuk reguler fasilitasnya adalah potong rambut, keramas, plus hair tonic dan dikeringkan dengan handuk. Sedangkan untuk premium senndiri, paketnya adalah potong rambut, softdrink, keramas dan diberi hair tonic, “setelah itu tambahannya adalah di pijat, lalu dikeringkan dengan hair dryer. Nah, setelah kering itu nanti bisa memilih styling menggunakan pomade atau wax,” jelas pria kelahiran Solo, 13 Mei 1993 tersebut.
Oesman Barbershop sendiri buka mulai
dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam dengan rata-rata pengunjung
lebih dari 80 orang per hari.
Produksi Pomade Sendiri
Selain itu yang membuat Oesman
Barbershop beda dari yang lain yakni mempunyai pomade produksi sendiri.
Meski hanya sebagai pelengkap Barbershop, namun peminat pomade buatan
Oesman cukup banyak, “seringkali ada pengunjung dari Jakarta mampir ke
barbershop kita untuk mencoba pomade nya,” ujar Aldhy.
Oesman
memproduksi pomadenya sendiri sebagai merchandise untuk Oesman
Barbershop.
Pomade Oesman memiliki type medium holds dengan tekstur yang lembut dan memiliki aroma fresh lemon.
Pomade Oesman memiliki type medium holds dengan tekstur yang lembut dan memiliki aroma fresh lemon.
Adanya pomade di Oesman Barbershop
sendiri melalui observasi yang dilakukan Aldhy terhadap pelanggan di
Oesman. “Jadi kita sering observasi terhadap pelanggan juga, apa yang
mereka mau kita usahakan ada. Kebetulan kebanyakan butuh pomade, jadi
kita buat pomade sendiri,” jelasnya.
Dengan mencoba berbagai eksperimen
setiap harinya, Aldhy berhasil memproduksi pomade sendiri pada tahhun
2013. Saat itu hanya memproduksi 20 kaleng per bulan, “sekarang kita
sudah memproduksi dengan target per bulannya 300 kaleng dengan harga Rp
perkaleng 60 ribu saja,” ungkapnya.
Pomade buatan Oesman Barbershop adalah pomade berbahan oil base dengan type medium holds. Pomade buatan Oesman memiliki aroma khusus, yakni beraroma fresh lemon. Keunggulan pomade buatan Oesman adalah memiliki tekstur yang lembut, mudah diaplikasikan dan ditata.
Aldhy sendiri mengaku Pomade Oesman bukan produksi masal dan hanya dijual di Oesman Barbershop sebagai pelengkap dan merchandise. “Jadi kalau mau membeli atau mencoba pomadenya, silahkan datang ke Oesman Barbershop,” tutupnya.
keren kan selain mas Aldhy ada juga mas Edo. mas Edo merupakan pemilik dari loundry Dr. Clean, sama kayak mas Aldhy, mas Edo juga pengusaha muda kalo mau lihat bisa buka di akun instagram pribadinya @edhorakyan/instagram.mas Edo ini juga berprestasi dibidang olahraga khususnya basket lho. Beliau dan kawan kawan juga pernah mewakili fakultas psikologi untuk ikut berlomba diajang bergengsi di semarang dan kalau tidak salah berhasil meraih juara (tapi saya kurang tau juara berapanya,hihihi)
Tapi, selain dari itu banyak juga lho yang salah nilai tentang mahasiswa psikologi. Di kelas dosen berkali-kali mengingatkan kita hanya mahasiswa Psikologi yang masih terbatas dalam masalah ilmu, tidak boleh sembarangan memberikan saran apalagi sok-sok mengobati gangguan orang lain. Dalam Psikologi Konseling kemarin dibahas Kualitas seorang konselor, apa bedanya konselor, mahasiswa Psikologi, sarjana psikologi, juga Psikolog? Ya bedalah. Ilmu yang dimilikinya beda, kemampuannya beda, hak dan kewajibannya juga beda.Contoh konselor tidak berhak melakukan pengetesan IQ, Sarjana Psikologi berhak melakukan pengetesan IQ tapi tidak berhak melakukan interpretasi, Nah, Psikolog lah yang berhak melakukuan interpretasi.
Di masyarakat awam Bermacam profesi ini sering disama-ratakan “Wah Psikologi! Bisa baca kepribadian seseorang dong?” Terus saya Cuma pengen bilang “Kamu pikir kita peramal”. Masyarakat awam tahunya mahasiswa Psikologi itu pinter semua, padahal tidak seperti itu.
Di kuliah Psikologi Konseling kemarin saya bertanya bagaimana jika ada seseorang meminta solusi pada kita padahal belajar konseling aja belum tamat, apa yang harus kita lakukan, dosen bilang “Jadilah pendengar yang baik” Kadang seseorang meminta solusi pada kita tetapi sebenarnya mereka hanya perlu didengar. Jangan mengeluarkan istilah-istilah aneh kata dosen, misal seseorang itu lagi khawatir, kita bilang itu anxiety, seseorang yang punya gangguan jiwa kita bilang Skizofren. Tidak semua orang mengerti istilah Psikologi.
Penyakit anak Psikologi adalah sering kali mengucapkan istilah-istilah yang baru mereka dapat di kelas, saya mahasiswa Psikologi tentu saja saya tahu kebiasaan anak-anak Psikologi. Contoh lihat saja ketika kita baru belajar Kesehatan Mental lalu di kelas kita mengenal istilah Sehat mental, tidak sehat mental dan sakit mental berikut dengan ciri-cirinya. Sejak hari itu hampir setiap hari ketika ada teman lagi uring-uringan disebut tidak sehat mental. Wow…
Padahal nih padahal, dalam Kesehatan Mental yang berkiblat pada teori barat orang yang tidak pernah shalatpun disebut sehat mental asal mengakui adanya Tuhan. Padahalkan dalam Islam orang yang tidak Shalat itu yang jiwanya sakit. Anak Psikologi itu sombong sok paling ngerti semua hal tentang manusia.
Sebenarnya tugas kita sebagai mahasiswa Psikologi cukup jadi pendengar aja sih, ngasih saran boleh asal jangan lebay apalagi sampai ngejudge. Bilang itu namanya anxiety lah, phobia lah, abnormal lah. Saya bukan marah sih, cuma kesal saja. Manusia punya batas, dan tidak semua masalah bisa diselesaikan orang yang berlatar belakang Psikologi. Nah ini, pada faktanya tidak demikian. Dengan ilmu yang kita miliki sekarang harusnya kita masih banyak belajar lagi, bukan banyak ngejudge. toh kita bukan bukan Psikolog, hanya mahasiswa Psikologi.